LAPORAN AKTUALISASI LATSAR CPNS PROPINSI NTT

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

 

Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Merujuk dari Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) dalam UU No. 5 Tahun 2014, menjelaskan bahwa PNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses 

terintegrasi untuk membangun moral, kejujuran, semangat nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

Berdasarkan Peraturan Kepala Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 24 Tahun 2017 tentang pedoman Penyelenggarakan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan II, dan Peraturan LAN No. 25 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III, maka Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan dengan sistem LATSAR (Pelatihan Dasar). Adanya sistem pelatihan dasar ini juga diharapkan dapat membentuk kader ASN yang profesional dan berintegritas dengan menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam bentuk aktualisasi pada institusi atau tempat kerja peserta masing-masing, sehingga peserta dapat merealisasikan dan merasakan manfaatnya secara langsung yang tertuang  dalam nilai-nilai dasar profesi PNS yang harus diaktualisasikan meliputi nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dan penerapan nilai-nilai aktualisasi ini akan dilaksanakan di Unit Kerja SMP Negeri 2 Buyasuri.

SMP Negeri 2 Buyasuri merupakan instansi pendidikan yang berada di Desa Roho kecamatan Buyasuri, kabupaten Lembata. SMP Negeri 2 Buyasuri merupakan salah satu lembaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Melalui lembaga ini manusia dibentuk untuk menjadi manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa peran sekolah sangat berpengaruh terhadap siapa saja yang terlibat didalammya, khususnya siswa. Sekolah juga memiliki guru PNS yang siap melayani siswa, dimana peran guru sebagai Aparatur Sipil Negara disini sangat penting dalam meningkatkan kualitas seorang yang dikembangkan. Tidak beda jauh dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia, SMP Negeri 2 Buyasuri berdiri dan berkembang untuk menciptakan manusia yang bermutu dan beraklak mulia yang berlandaskan pada nilai pancasila serta mampu menjawab tantangan dunia saat ini dan masa depan bangsa.

 Dengan fasilitas dan keterampilan yang dimiliki guru di sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan dapat mengatasi segala kesenjangan yang sering terjadi di dunia pendidikan. Salah satu kesenjangan yang menjadi perhatian penulis adalah kurangnya minat peserta didik pada mata pelajaran Matematika, itu bisa dilihat dengan rendahnya nilai yang didapat peserta didik pada ujian mata pelajaran Matematika. Pelajaran Matematika dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena diharuskan banyak menghafal dan mehintung, dan juga kurangnya penggunaan metode pembelajaran Matematika yang kreatif oleh guru Matematika. Dengan alasan tersebut diatas maka penulis menyusun laporan aktualisasi ini dengan judul ”Kurangnya minat peserta didik pada mata pelajaran Matematika kelas VII di SMP Negeri 2 Buyasuri”

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas “Kurangnya minat peserta didik pada mata pelajaran Matematika kelas VII di SMP Negeri 2 Buyasuri”, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1)        Bagaimana meningkatkan minat peserta didik pada mata pelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Buyasuri.

2)        Bagaimana minat peserta didik terhadap mata pelajaran matematika setelah diterapkannya media pembelajaran yang Variatif  pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Buyasuri ?.

3)        Bagaimana efektivitas pembelajaran matematika yang dilakukan dengan media berbasis multimedia pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Buyasuri?

1.3 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi

1. Tujuan

Penyelenggaraan Diklat Prajabatan bertujuan untuk membentuk PNS yang profesional yakni PNS yang berkarakter dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat, serta Peserta diklat prajabatan yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil di tempat kerja.

Tujuan laporan aktualisasi ini antara lain:

1)        Mengetahui nilai-nilai dasar yang harus dimiliki dan dipahami oleh Aparatur Sipil Negara.

2)        Mengaktualisasikan nilai dasar ANEKA.

2. Manfaat

Terwujudnya PNS yang profesional dalam mengaktualisasikan nilai dasar di indikasikan dengan:

1)   Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya

2)   Kemampuan mewujudkan nasonalisme dalam melaksanakan tugas jabatannya

3)   Kemampuan mewujudkan etika publik dalam melaksanakan tugas jabatannya

4)   Kemampuan mewujudkan komitmen mutu dalam melaksanakan tugas jabatannya

5)   Kemampuan mewujudkan anti korupsi dalam melaksanakan tugas jabatannya

1.4 Ruang Lingkup Aktualisasi

Rancangan aktualisasi dilakukan selama 24 hari kerja dengan menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen mutu dan anti korupsi, yang dikenal dengan “ANEKA”, dalam kegiatan sesuai dengan saran kerja pegawai (SKP) dan tugas tambahan yang diberikan oleh atasan. Namun karena keterbatasan waktu maka aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dilakukan sebanyak 4 (Empat) kegiatan antara lain:

1. Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

2.  Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

3. Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

4. Evaluasi

1.5 Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS

Nilai-nilai dasar PNS yang disampaikan pada saat sesi on campus adalah materi mengenai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi. Nilai-nilai dasar PNS besar perannya dalam rangka mewujudkanPNS yang bekerja secara profesional, efektif dan efisien. Pemahaman ini adalah langkah awaldari internalisasi dan habituasi nilai-nilai dasar PNS dalam menjalankan fungsi jabatannya bukan hanya ketika dalam masa pelatihan dasar, tetapi diharapkan dapat terus dilaksanakan hingga berakhir masa kerja seorang PNS.

1.5.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah untuk sesuatu yang merujuk kepada kewajiban individu, kelompok atau organisasi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya yaitu menjalankan nilai-nilai publik. Artinya seorang PNS yang akuntabel dituntut untuk :

1) Mampu mengambil pilhan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan.

2) Memilki kemampuan dan kesadarn untuk menghindari dan mencega keterlibatan PNSdalam politik praktis

3) Menciptakan kesamaan persepsi atas setiap informasi atau instruksi yang diperoleh

4) Memperlakukan masyarakat dengan baik dalam pelayanan publik

5) Konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.

 

Ada 5 aspek penting tekait akuntabilitas PNS yaitu : Akuntabilitas adalah relationship Akuntabilitas berorientasi hasil, Akuntabilitas membutuhkan laporan, Akuntabilitas memerlukan konsekuensi dan Akuntabilitas harus mampu memperbaiki kinerja. Selain itu ada beberapa hal yang menjadi fungsi dari akuntabilitas yaitu :

1. Menyediakan kontrol demokratis

2. Mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan

3. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas

Dalam mewujudkan akuntabilitas dalam pemerintahan, maka diperlukan transparansi dan keterbukaan informasi yang sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2014 tentang keterbukaan informasi publik. Keterbukaan informasi memberikan peluang kepada rakyat untuk berpartisipasi dalam berbagai kebijakan publik. Kondisi ini dapat mendorong terciptanya clean and good governance. Hal ini dikarenakan lembaga pemerintah dan badan-badan publik dituntut untuk menyediakan informasi yang lengkap mengenai apa yang dikerjakannya secara terbuka, transparan danakuntabel. Keterbukaan informasi pun dapat menlibatkan masyarakat dalam pengawasan kinerja suatu lemabag pemerint. Jika pemerintah tidak akuntabel maka akan ada peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang dari penyelenggara pemerintah maupun oknum ASN. Paling tidak terdapat 3 hal yang mendorong terjadinya tindak kecurangan dan korupsi yaitu :

1. Adanya peluang.

2. Adanya insentif atau tekanan dari pihak ketiga.

3. Sikap atau rasionalisasi atas setiap tindakan kecurangan.

Seorang ASN diberikan segala fasilitas, sarana dan prasaran untuk mendukung kerjanya agar menhasilkan kinerja profesional. Namun, ada hal-hal openting yang harus diingat seorang ASN terkait penggunaan sumber daya milik negara. Hal-hal tersebut yaitu :

1. Setiap PNS harus dapat memastikan bahwa semua penggunaan sumber daya milik negara sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

2. Setiap PNS harus dapat menggunakan sumber daya tersebut secara bertanggung jawab,  efisien, dan efektif.

3. Setiap PNS berkewajiban memelihara fasilitas secara benar dan bertanggungjawab.

Akuntabilitas tidak terlepas dari penggunaan data yang mendukung serta penyampaian data yang relevan terkait kebijakan yang diberlakukan ditangah-tangah masyarakat. Akuntabilitas disini dapat berarti, bagaimana pemerintah atau ASN dapat menjelaskan semua aktifitasnya dengan memeberikan data dan informasi yang komprehensif dan akurat terhadap semjua progres kerja apa pun yang akan dan telah dilakukan. Informasi yang dismpan dan akan disampaikan kepada masyarakat aharuslah relevan, reliabel, dapat dipahami dengan baik dan dapat dibandingkan dengan data lain yang terkait. Ada beberapa indikator dari nilai akuntabilitas yang baiknya diterapkan seorang PNS dalam menajlankan tugasnya, yaitu tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, transparan, konsisten, partisipatif dan konsisten.

 

1.5.2 Nasionalisme

Berdasarkan modul mata pelatihan Nasionalisme dinyatakan bahwa nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasilayang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia. Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan masa kini.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan matematika bangsa itu sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita–cita nasionalnya.

Nilai-nilai nasionalisme harus dimiliki oleh setiap PNS dalam menjalankan fungsi, tugas jabatannya. Nilai-nilai nasionalisme yang sesuai lima sila dalam Pancasila. Yaitu sebagai berikut :

1. KeTuhanan Yang Maha Esa : Reigius, toleran, amanah, terpercaya, percaya diri.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : humanis, tenggang rasa, persamaan derajat, saling menghormati, tidak diskriminatif.

3. Persatuan Indonesia : cinta tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan publik, gotong royong.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan : musyawarah mufakat, kekeluargaan, menghargai pendapat, bijaksana.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Adil, tidak serakah, tolong menolong, kerja keras, sederhana.

 

1.5.3 Etika Publik

Pada modul pendidikan dan pelatihan prajabatan, pada materi Etika Publik, dinyatakan bahwa Weihrich dan Koontz (2005:46) mendefinisikan etika sebagai “the dicipline dealing with what is good and bad and with moral duty and obligation”. Secara lebih spesifik Collins Cobuild (1990:480) mendefinisikan etika sebagai “an idea or moral belief that influences the behaviour, attitudes and philosophy of life of a group of people”.

Moral adalah tata cara, kebiasaan, adat. Sedangkan etika adalah seperangkat nilai yang dijadikan acuan. Kode etik adah aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus dalam ketentuan yang tertulis. Etika kerja adalah nilai yang menjadi acuan dalam aktivitas kerja. Perilaku bermoral perilaku yang sesuai harapan kelompok masyarakat. Perilaku etis perilaku yang sesuai dengan sistem nilai yang ditetapkan. Terdapat 4 aliran pemikiran etika yaitu teori empiris yang didasarkan kepada pengalaman, teori rasional yang didasarkan kepada logika, teori intiuitif berdasarkam intuisi yang meramalkan kemungkinan - kemungkinan yang terjadi tetapi ada kemungkinan tidak dapat dipertanggungjawabkan tidak dapat di jelaskan proses pengambilan keputusan. Selanjutnya teori wahyu yang berdasarkan pada ajaran agama atau kita suci.

Kodeetik yang berlaku secara uni versal adalah kesadaran untuk menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan UU ASN, , berikut adalah kode etik dan kode perilaku ASN :

1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.

2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.

4. Melaksanakan tugasnyaperundangan yang berlaku.sesuaidengan peraturan

5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.

6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.

7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.

8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalammelaksanakan tugasnya.

9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.

11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.

12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN.

Nilai-nilai etika publik yang harus diimplementasikan seorang PNS dalam rangka menjalankan tugas dan kewajibannya yaitu : jujur, bertanggung jawab, berintegritas tingg, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada aturan, taat perintah atasan, menjaga rahasia negara.

 

1.5.4 Komitmen Mutu

Komitmen mutu diperlukan dalam rangka mewujudkan standar pelayanan prima seorang ASN kepada publik atau stakeholdernya. Paling tidak ada 10 strategi komitmen mutu yaitu :

1. Menyusun program kerja jangka panjang berbasis mutu

2. Mengembangkan mindset dankomitmen pegawai terhadapa budaya mutu

3. Mengembangakan budaya kerja berorientasi mutu

4. Mengembangkan mutu proses secara berkelanjutan

5. Membangun komitmen pegawai jangka panjang

6. Beradaptasi dengan perubahan

7. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelangan baik internal maupun eksternal

8. Membangun kerjsama kolegial antar pegawai yang dilandaasi kepercayaan dan kejujuran

9. Menampilkan kinerja tanpa cacat

10. Menjalankan fungsi pengawasan secara efektif untuk mengawasi ketatalaksanaan program kerja.

Tujuan dari adanya komitmen mutu adalah adalah target / kinerja yang memuaskan Pemimpin bertugas untuk membuat rencana mutu, melakukan pengawasan mutu dan perbaikan mutu serta mensosialisasikan standar mutu. Jika komitmen mutu sudah ditegakkan dengan baik, maka tugas selanjutnya adalah melakukan perbaikan mutu. Terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka perbaikan mutu yaitu :

1. Pohon masalah.

Menggunakan pohon masalah untuk mengidentifikasi masalah dalam dari sisi men,money, material, measurmen, environment.

2. Cause and Effect.

Melihat dan mencari sebab serta dampak dari komitmen mutu yang telah dijalankan.

3. PDCA (Plan, Do, Check, Act).

Melakukan perencanaan, implementasi sesuai rencana, mengawasi jalannya rencana dan melakukan evaluasi terhadap langka-langkah perbaikan mutu.

Berikut nilai-nilai dasar orientasi mutu yang harus dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada publik sebagai pelaksana kebijakan pemerintah :

1. Layanan publik adalah komitmen bagi kepuasan masyarakat.

2. Perlindungan kepada publik terkait pergeseran kebutuhan,

3. Membangun mindset dan komitmen pegawai terhadap budaya mutu;

4. Meningkatkan mutu proses secara berkelanjutan;

5. Beradaptasi dengan perubahan;

6. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal;

7. Membangun kerjasama kolegial antarpegawai yang dilandasi kepercayaan dan kejujuran;

8. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zero-defect) dan tanpa pemborosan (zero-waste), sejak memulai setiap pekerjaan.

Implementasi komitmen mutu dalam pelayanan publik dapat dilakukan dengan :

1. Menganalisa masalah yang telah teridentifikasi.

2. Merencanakan mutu.

3. Melaksanaan pekerjaan berbasis rencana mutu.

4. Mengawal ketercapaian.

Adapun yang menjadi nilai dasar dari komitmen mutu yaitu efektif, efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi mutu.

 

1.5.5 Anti Korupsi

Dasar hukum perilaku anti korupsi bagi warga negara Indonesia adalah UU No.81 tahun 1981 dan UU No.31 tahun 1999 junto UU No.20 tahun 2001. Tujuan dari pelatihan dasar tentang anti korupsi bagi CPNS adalah membentuk perilaku CPNS yang jujur dan amanah dalam menjalankan fungsi jabatannya. Kata korupsi berasal dari bahasa latin, “corruptio” yang berarti kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap tidak bermoral penyimpangan dari kesucian, kata-kata yang menghina atau memfitnah. Menurut Encyclopedia American, korupsi adalah melakukan tindak pidana memperkaya diri sendiri yang secara langsung atau tidak langsung merugikan keuangan/ perekonomian negara. Selain korupsi, ada perilaku buruk lain yang menajmur seperti korupsi yaitu kolusi. Kolusi adalah bentuk kerjasama antara pejabat pemerintah dengan oknum lain secara ilegal pula (melanggar hukum) untuk mendapatkan keuntungan material bagi mereka. Sedangkan nepotisme adalah perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat atau kecenderungan untuk mengutamakan(menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah.

Sifat korupsi sendiri dapat bersifat terselubung maupun ganda dengan tujuan selain uang. Ciri perilaku korupsi misalkan melibatkan orang lain, dilakukan secara rahasia melibatkan elemen kewajiban yang menyebabkan keuntungan timbal balik, para pelakunya terbiasa untuk menyelubungi perbuatannya dibalik pembenaran hukum. BPKP merumuskan beberapa penyebab korupsi yaitu moral rendah, sanksi rendah, disiplin yang kurang, hidup konsumtif, kurang adanya pengawasan, contoh dari atasan, adanya wewenang yang berlebihan, ada kesempatan, budaya memberi upeti, lemahnya pengawasan eksternal, lemahnya peran legislatif, peraturan yang tidak jelas, pengaruh lingkungan, penghasian yang rendah. Penyebab menurut Hartanti adalah lemahnya pendidikan agama, kolonialisme , kurang pedndiidkan, kemiskinan, tidak ada sanksi yg keras, struktur pemerintahan, perubahan radikal, keadaaan masyarakat. Sedangkan Hamzah mendefinisikan penyebab korupsi adalah gaji kecil, kultur indonesia, modernisasi.

Definisi Korupsi secara gamblang telah diuraikan dengan jelas dalam 13 buah pasal dalam Undang-Undang No 31 tahun 1999 jo. Undang-Undang No 20 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut korupsi dirumuskan dalam 30 (tiga puluh) bentuk / jenis tindak pidana korupsi. Ketigapuluh delik tersebut dapat dikelompokkan dalam 7 (tujuh) kelompok, sebagai berikut:

1. Kerugian Keuangan Negara

2. Suap Menyuap

3. Penggelapan dalam jabatan

4. Pemerasan

5. Perbuatan curang

6. Benturan kepentingan dalam pengadaan

7. Gratifikasi

Disamping itu, terdapat 6 tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi terdiri atas:

1. Merintangi proses pemeriksaan perkara korupsi

2. Tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar

3. Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka

4. Saksi atau akhli yang tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu

5. Orang yang memegang rahasia jabatan tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan palsu

6. Saksi yang membuka identitas pelapor

Berikut adalah beberapa himbauan KPK terkait gratifikasi :

1. Tidak menerima atau memberi gratifikasi yang berhubungan denganjabatan.

2. Membangun tata kelola pemerintahann dan korporasi yang baik

3. Melaporkan setiap penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya

4. Melaporkan ke instasi masing-masing atas peneriamaan gratifikasi barang yang mudah busuk.

Berikut adalah 7 jenis korupsi berdasarkan Syed Hussein Alatas:

1. Korupsi Transaktif

Korupsi yang menunjukkan adanya kesepakatan timbal balik antara pemberi dan penerima, demi keuntungan bersama.Kedua pihak sama-sama aktif menjalankan perbuatan tersebut.

2. Korupsi Ekstroaktif

Korupsi yang menyertakan bentuk-bentuk koersi (tekanan) tertentu dimana pihak pemberi dipaksa untuk menyuap guna mencegah kerugian yang mengancam diri, kepentingan, orang-orangnya atau hal-hal yang dicurigai.

3. Korupsi Investik

Korupsi yang melibatkan suatu penawaran barang atau jasa tanpa adanya pertalian langsung dengan keuntungan bagi pemberi. Keuntungan diharapkan akan diperoleh dimasa yang akan datang.

4. Korupsi Nepostik

Korupsi berupa pemberian perlakuan khusus kepada teman atau yang mempunyai kedekatan hubungan dalam rangka menduduki jabatan publik, perlakuan pengutamaan dalam segala bentuk yang bertentangan dengan norma atau peraturan yang berlaku.

5. Korupsi Autogenik

Korupsi yang dilakukan individu karena mempunyai kesempatan untuk mendapat keuntungan dari pengetahuan dan pemahamannya atas sesuatu yang hanya diketahui sendiri.

6. Korupsi Suportif

Korupsi yang mengacu pada penciptaan suasana yang kondusif untuk melindungi atau mempertahankan keberadaan tindak korupsi yang lain.

7. Korupsi Defensif

Korupsi yang terpaksa dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari pemerasan.

 

Dampak perilaku dan tindakan korupsi terhadap suatu negara yaitu :

1. Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih besar.

2. Harga infrastruktur lebih tinggi.

3. Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan dan kemiskinan

4. Korupsi menurunkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

5. Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negative terhadap arus investasi asing.

6. Negara-negara yang dianggap memiliki tingkat korupsi yang rendah selalu menarik investasi lebih banyak daripada Negara rentan korupsi.

KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti korupsi dan terdapat 9 nilai anti korupsi, yaitu :

1. Jujur.

2. Peduli.

3. Mandiri.

4. Disiplin.

5. Tanggung Jawab.

6. Kerja Keras.

7. Sederhana.

8. Berani.

9. Adil.

Dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi setidaknya perlu ditentukan 3 nilai utama yang harus dilakukan yang akan menyebabkan nilai – nilai dasar anti korupsi yang lain juga dapat dilaksanakan. Nilai – nilai dasar tersebut harus disesuaikan dengan visi dan misi organisasi agar nilai dasar organisasi selaras dengan nilai dasar anti korupsi. Ada setidaknya tiga tahapan proses perubahan sikap dan perilaku (Kelman, 1958; Brigham, 1991)

1. Kesediaan terhadap integritas

Bersedia menerima pengaruh untuk berintegrasi dari orang lain hanya untuk mendapat respon positif dari orang tersebut.

2. Identifikasi integritas

Meniru integritas seseorang karena sah dianggap sesuai dengan apa yang dianggapnya sesuai dan memuaskan bagi individu yang bersangkutan.

3. Internalisasi

Individu menerima pengaruh dan bersedia bersikap dan berperilaku dengan penuh integritas karena integritas tersebut dianggap sesuai dengan nilai yang dianutnya.

 

Berdasarkan pemaparan diatas berikut disajikan nilai-nilai dasar ANEKA beserta prinsip dasarnya masing-masing.

NO

NILAI DASAR

PRINSIP NILAI DASAR

1

Akuntabilitas

Tanggung jawab, integritas, jujur, kejelasan target, netral,

mendahulukan kepentingan publik, adil, transparan, konsisten dan

partisipatif

2

Nasionalisme

Sila Pertama : religius, toleran, etos kerja, transparan, amanah, percaya diri

Sila Kedua : humanis, tenggang rasa, persamaan derajat, saling menghormati, tidak diskriminatif

Sila Ketiga : cinta tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan publik, gotong royong

Sila Keempat : Musyawarah mufakat, kekeluargaan, bijaksana, mengahrgai pendapat

Sila Kelima : bersikap adil, tidak serakah, tolong menolong, kerjakeras, sederhana

3

Etika Publik

Jujur, bertanggung jawab, berinegritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada aturan, menjaga rahasis, taat perintah

4

Komitmen

Efektif, efisien, inovasi, kreatif, berorientasi mutu

5

Anti Korupsi

Jujur, disiplin, tangung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, peduli

 

Tabel 1: Nilai Dasar

1.6 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

 

Ada 3 hal utama yang perlu dipahami dan diimplementasikan seorang PNS dalam kesehariannya ketika menjalankan tugas negara, yaitu pemahan tentang manajemen ASN, pelayanan publik dan whole of government. Bahasan berikut bersumber pada modul pelatihan Dasar CPNS 2017 yang disusun tim LAN.

1. Manajemen ASN

Berdasarkan modul Pelatihan Dasar Calon PNS 2017 disebutkan bahwa manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:

1. Pelaksana kebijakan publik;

2. Pelayan publik; dan

3. Perekat dan pemersatu bangsa

Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:

1. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

2. Memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas, dan

3. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pada UU ASN yang baru terdapat beberapa perubahan mendasar dalam manajemen SDM. Pertama, perubahan dari pendekatan personel administration yang hanya berupa pencatatan administratif kepegawaian kepada human resource management yang menganggap adalah sumber daya manusia dan sebagai aset negara yang harus dikelola, dihargai, dan dikembangkan denga baik. Kedua, perubahan dari pendekatan closed career system yang sangat berorientasi kepada senioritas dan kepangkatan, kepada open career system yang mengedepankan kompetisi dan kompetensi ASN dalam promosi dan pengisian jabatan. UU ASN juga menempatkan pegawai ASN sebagai sebuah profesi yang harus memiliki standar pelayanan profesi, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku profesi, pendidikan dan pengembangan profesi, serta memiliki organisasi profesi yang dapat menjaga nilai-nilai dasar profesi. ASN adalah jenjang karir profesional yang mendorong perwujudan efektivitas penyelenggaraan pemerintah. Manajemen ASN mendorong lahirnya reformasi briokrasi. Reformasi birokrasi pada hakikatnya adalah upaya pembaharuan dan peubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya. Berdasarkan Perpres No.21 Tahun 2010 reformasi birokrasi tujuan dari reformasi birokrasi adalah :

1. Menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik: berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

2. Mencapai cita-cita membuat birokrasi yang efektif dan berkualitas dunia

3. Peningkatan kinerja ASN

4. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan investasi di Indonesia

5. Peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Perbaikan manajemen ASN ini dilatarbelakangi, salah satunya karena adanya pandangan dan kesan dari masyarakat luas terhadap PNS selama yang dianggap korup, malas, tidak produktif, tidak profesional hingga makan gaji buta. Dasar hukum manajemen ASN adalah UU No.5 Tahun 2014. Peraturan baru ini sebagai pengganti peraturan lama yaitu UU No.8 Tahun 1974 dan UU No.43 tahun 1999. Dalam rangka mewujudkan ASN berkelas dunia maka kualitas yang harus dimiliki seorang ASN adalah : profeisonal, berintegritas, berorientasi publik, memiliki budaya pelayanan tinggi, berwawasan global dalam rangka mewujudkan good governance.

Dalam memberikan pelayanan publik, seorang ASN terikat kode etik dan kode perilaku sebagai pedoman perilaku dan standar penilaian baik kinerja maupun perilaku. Pada era saat ini, telah dibentuk Komisi Aparatur Sipil Negara yang bertugas mengawasi ASN agar segala perilaku dan kinerjanya tidak melnggar kode etik dan kode perilaku sesui aturan perundang-undangan yang berlaku. Komisi Aparatur Sipil Negara (disingkat KASN) adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik untuk men ciptakan Pegawai ASN yang profesional dan berkinerja, memberikan pelayanan secara adil dan netral, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa. KASN dibentuk berdasarkan undang-undangmnomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. KASN terdiri atas tujuh orang anggota yang dua orang diantaranya merangkap sebagai ketua dan wakil ketua. KASN melaporkan pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenangnya, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan dan kinerja ASN paling kurang 1 (satu) kali pada akhir tahun kepada Presiden.

Salah satu hal baru dalam manajemen ASN adalah sistem merit. Sistem merit pada dasarnya adalah konsepsi dalam manajemen SDM yang menggambarkan diterapkannya obyektifitas dalam keseluruhan semua proses dalam pengelolaan ASN yakni pada pertimbangan kemampuan dan prestasi individu untuk melaksanakan pekerjaanya (kompetensi dan kinerja). Pengambilan keputusan dalam pengelolaan SDM didasarkan pada kemampuan dan kualifikasi seseorang dalam atau untuk melaksanakan pekerjaan dan tidak berdasarkan pertimbangan subyektif seperti afiliasi politik, etnis, dan gender. Obyektifitas dilaksanakan pada semua tahapan dalam pengelolaan SDM pengangkatan, penempatan, dan promosi. Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan memberikan ruang bagi tranparansi, obyektivitas dan juga keadilan.

 

2. Pelayanan Publik

Berdasarkan definisi pada modul Pelatiha Dasar Calon PNS 2017, dinyatakan bahwa penyelenggara pelayanan publik adalah lembaga pemerintah, BUMN atau BUMD, dan korporasi. Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat”. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan/atau dan penduduk atas barang, jasa, pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan definis diatas, dapat disimpulkan bahwa ada tiga unsur utam terselenggaranya suatu pelanyanan publik yaitu penyelenggara, penerima layanan dan kepuasaan penerima layanan.

Pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintahan atau koporasi yang efektif dapat memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia, mempromosikan kemakmuran ekonomi, kohesi sosial, mengurangi kemiskinan, meningkatkan perlindungan lingkungan, bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam, memperdalam kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik. Prinsip layanan publik harus beroirentasi partisipatif, tranparansi, responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, dapat diakses, akuntabel, dan berkeadilan. Pelayanan publik ini meliputi pelayanan barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yaitu pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata.

Pelayanan prima hendaknya diusahakan oleh setiap ASN. Maka pola pikir ASN sebagai pelayan publik harus terus dibangun demi terwujudnya pelayanan publik yang memuaskan masyarakat. Seorang ASN hendaknya memiliki sikap-sikap berikut dalam memberikan pelayanan prima kepada para pelanggannya yaitu : passionate, progressive, proactive, prompt, patience, proportional dan punctional.

 

3. Whole of Government

Berdasarkan materi pada modul pelatihan dasar calon PNS dinyatakan hal-hal sebagai berikut:

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya kementerian atau lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama. WoG juga dipandang sebagai bentuk kerjasama antar seluruh aktor, pemerintah dan sebaliknya.

 

Alasan WoG mulai diterapkan di Indonesia adalah :

1) adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.

2) adanya fenomena ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antar sektor dalam pembangunan. Satu sektor bisa menjadi sangat superior terhadap sektor lain, atau masing-masing sektor tumbuh namun tidak berjalan beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau „saling membunuh‟.

3) keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendrong adanya potensi disintegrasi bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal berkewajiban untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat kebangsaan yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan ini dalam satu frame NKRI.

Namun, ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan WoG di Indonesia yaitu terkait dengan Kapasitas SDM dan institus, Nilai dan budaya organisasi, Kepemimpinan. Praktek WoG dalam pelayanan publik dlakukan dengan menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik. Berdasarkan pola yang diterapkan, setidaknya ada 5 macam pola pelayanan publik yang dapat diimplementasikan yaitu :

1) Pola Pelayanan Teknis Fungsional,

2) Pola Pelayanan Satu Atap,

3) Pola Pelayanan Satu Pintu,

4) Pola Pelayanan Terpusat,

5) Pola Pelayanan Elektronik.

Pola pelayanan yang ada tersebutmemungkinkan terjadinya kerjasama dan kolaborasi antar agensi baik intra maupun inter lemabaga dapat dilakukan demi tercapainya pelayanan publik yang manusiawi, prosefional, cepat, murah, efektif dan efisien. Saat ini pola intgrasi dalam pelayan sudah banyak diterapkan oleh lebaga pemerintah baik pusat mapun daerah. Misalnya pelayana satu atap PINTU Kemenristekdikti, Samsat online Polda Jawa Barat, Pelayanan Terpadu Disdukcapil Tangerang Selatan dan lain sebagainya.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar terselenggaranya WoG, yaitu perubahan budaya dan filosofi organisasi, cara kerja yang diperbaharui, akuntabilitas dan insentif, perubahan pendekatan dalam hal mendesain dan mengembangkan program-program. Selain itu, perlu adanya ide-ide baru dan segar terkait implementasi dari WoG. WoG akan terselenggara dengan baik jika setiap unsur dapat bersinergi dan bekerja sama dengan tujuan memberikan pelayanan publik yang prima. Maka dibutuhkan peran ASN yang memiliki nilai-nilai dasar ANEKA dalam dirinya serta kesadaran akan kedudukan dan perannya dalam NKRI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

 

2.1 Visi, Misi dan Nilai Organisasi

VISI DAN MISI SMP NEGERI 2 BUYASURI ADALAH :

A. Visi      :  Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan”.

B. Misi:

1.    Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK

2.    Menumbuhkan Penghayatan Terhadap Ajaran Agama Yang Dianut, Serta Budaya Bangsa, Sehingga Menjadi Sumber Kearifan Dalam Bertindak.

3.    Santun Dalam Berttur, Sopan dalam Pergaulan.

4.    Menumbuhkan Semangat Keungglan Komperatif, Kepada Seluruh Warga Sekolah.

5.    Melaksanakan Pembelajaran Dan Bimbingan Secara Efektif Sehingga Setiap Siswa Dapat Berkembang Sesai Dengan Potensinya

6.    Menciptakan Buudaya Membaca Dan Budaya Ingin Tahu Dari Kalangan Guru Siswa.

7.    Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Kondusif (Gerakan Cinta Lingkngan)

8.    Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai.

9.    Menciptakan Disiplin Mengajar dan Belajar.

10.               Menerapkan Managemen Partisipasif.

C. Nilai Organisasi :

1.    Religius

2.    Nasionalisme

3.    Integritas.

4.    Kemandirian

5.    Kegotongroyongan

6.    Tangung jawab.

7.    Profesional.

8.    Kerja Sama.

9.    Berdaya Saing

2.2 Struktur Organisasi

SMP Negeri 2 Buyasuri kabupaten Lembata, teroorganisir dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan struktur organisasi sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI SMP Negeri 2 Buyasuri

Tahun Pelajaran 2019/2020

 

 

 


Tabel 2. Strukrur organisasi SMP Negeri 2 BUyasuri

JENIS TUGAS

NAMA

Kepala Sekolah

Rikardus Ledot, S.Pd

Waki Kepala Sekolah

Sarjono Abdullah, S.Pd

Waka Ur. Kurikulum

Angelina Wiwik, S.Pd

Waka Ur. Kesiswaan

Yulius Sol, S.Fil

Waka Ur. Prasarana

Iskandar Ruslan, S.Pd

Waka Ur. Humas

Dominikus Daud, S.Pd.Gr

Kepala Tata Usaha

Dominika Dai

Kepala Perpustakaan

Stevania Angelina Bali, S.Pd

Wali Kelas VII A

Vinsensia Valentina Boleng, S.Pd

Wali Kelas VII B

Veronika Barbara Soge, S.Pd

Wali Kelas VII C

Nur Faizzatul Hasana Idris, S.Pd

Wali Kelas VIII A

Dominikus Daud, S.Pd.Gr

Wali Kelas VIII B

Yosefina Benga Taka, S.Pd

Wali Kelas VIII C

Zainab Betan, S.Pd

Wali Kelas IX A

Iskandar Ruslan, S.Pd

Wali Kelas IX B

Maria Welmince Beyeng

Wali Kelas IX C

Maria F. Bunga, S.Pd


Struktur tersebut di atas, dilaksanakan dalam struktur komando dan konsultasi dengan bagan struktur sebadai brikut:

2.3 Gambaran Unit Kerja


Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Buyasuri berlokasi di Buyasuri, Desa Roho Kabupaten Lembata, dan secara lengkap dimuat pada profil sekolah yaitu sebagai berikut:

 

PROFILE  SEKOLAH

I. INDENTITAS SEKOLAH                                         

a.       Nomor Pokok Sekolah Nasional                                           : 50306171

b.      Nomor statistic sekolah                                                        : 201241407005

c.       Nama Sekolah                                                                     : SMP Negeri 2 Buyasuri

d.       Alamat Sekolah                                                                   : DesaRoho- Kecamatan Buyasuri

e.       Didirikan Sejak                                                                    : 13 Juli 2009

f.        Bentuk Sekolah                                                                   : Biasa

g.       Status Sekolah                                                                     : Negeri

h.       SK / Izin Pendirian                                                              : 37

i.         Nomor Data Sekolah                                                            : 

j.         Akreditasi                                                                           :  B

1.       Jenjang                                                                          : Sekolah Menenga Pertama

2.       No                                                                                 : 80/SK/BAP – S/M NTT /IX 2015

3.       Tanggal  SK.                                                                  :  22 September  2015

k.       Jumlah Jam Pelajaran se minggu                                           : 378

1.       Per Kelas                                                                       : 7  Jam

2.       Seluruh Kelas                                                                :  63  Jam

l.         Waktu Belajar                                                                     : Pagi Pukul 06.30 – 11.30

m.     TMT Pengangkatan Kepala Sekolah                                     : 15Nopember  2014

1.       SK Pejabat                                                                     : Bupati Lembata

2.       Nomor                                                                          : 536

II. FASILITAS

1.       Tanah :

~  Luas                                                                            : 6.000 M2

~  Status                                                                        : Milik Sendiri

2.       Gedung :

~  Bangunan Gedung Sekolah :

            Jumlah Gedung                                                            :  5  Gedung

            Baik                                                                             :  4  Gedung

            Rusak Ringan                                                               :  2Gedung

            Rusak Berat                                                                 :    -  Gedung                          

      

Ruang Menurut Jenis, Jumlah, luas, pemilikan dan kondisi :

Tabel 4: Daftar Ruangan

 

No

JenisRuangan

Milik

BukanMilik

Jmlh

Luas

Kondisi

Jumlah

Luas

Kondisi

1

2

3

4

5

6

7

8

01

RuangTeori

9

594 m2

Baik

-

-

-

02

Ruang Guru

1

56 m2

Baik

-

-

-

03

RuangKepalaSekolah

1

56 m2

Baik

-

-

-

04

Ruang  TU

-

-

-

-

-

-

05

RuangPerpustakaan

1

150M2

Rusak

-

-

-

06

RuangKeterampilan

-

-

-

-

--

-

07

Ruang Lab. IPA

1

-

baik

-

-

-

08

Lab. Bahasa

1

150m2

Baik

 

 

 

09

Lab. Komputer

-

-

-

-

-

-

10

RuangGudang

1

6 m2

Rusak

-

-

-

11

R. KamarMandi/ WC Guru

5

10 m2

Baik

-

-

-

12

R. KamarMadi /WC Siswa

4

18 m2

Baik

-

-

-

 

 

 

 

 

 

 

BABA III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Deskrisi Uraian Kegiatan Rancangan Aktualisasi

 

1.      Identifikasi Isu

Dalam identifikasi isu aktual, penulis mengangkat beberapa isu yang saat ini sedang terjadi pada unit kerja penulis yang diangap perlu penyelasaiannya. Isu – isu tersebut diantaranya:

1.         Rendahnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Buyasuri.

Kondisi diatas bisa dilihat dari hasil diskusi dengan rekan guru sejawat dan juga masih rendahnya nilai-nilai yang didapat oleh peserta didik dalam setiap ujian atau test lainnya. Kondisi yang diharapkan bahwa dengan dibahasnya isu ini, penulis akan membuat lebih banyak variatif metode pembelajaran matematika yang diharapkan akan meningkatkan minat peserta didik dalam pelajaran matematika. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Akuntabilitas PNS dan Komitmen Mutu sekaligus agenda III Pelayanan Publik.

2.         Siswa belum mamahami dan menggunakan bahasa Indonesia secara baik.

Kondisi ini terlihat dari percakapan sehari – hari, dengan siswa. Bahasa Indonesia sangatlah penting dalam setiap interaksi, yang besar pengaruhnya bagi semua proses pembelajaran yang akan berlangsung di SMP Negeri 2 Buyasuri. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Nasionalisme

3.         Belum ada / berjalan program bimbingan khusus bagi siswa calon peserta OSN.

Kondisi ini, juga mendapat perhatian dari penulis karena masih minim bahkan belum nampak kegiatan bimbingan khusus bagi siswa calon peserta OSN. Kegiatan ini adalah bentuk persiapan oleh sekolah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan calon peserta OSN, sehingga dapat bersaing dan berkompetisi dalam bidang sains. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Nasionalisme dan komitmen mutu.

4.         Belum ada jaringan listrik di setiap kelas agar dapat menggunakan media belajar.

Kondisi diatas masih menjadi perhatian khusus di tempat penulis bertugas, karena salah satu media pembelajaran matematika yang penulis rencanakan dalam “rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah metode Power point, dengan menggunakan media  membutuhkan listrik, yang merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Hal ini dipandang,  juga dapat berpengaruh terhadap  hasil belajar dan minat  peserta didik terhadap pelajaran matematika. Kondisi yang diharapkan bahwa perlunya peningkatan pemenuhan media pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Buyasuri. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Komitmen Mutu dan agenda III Whole of Goverment.

5.         Belum bisa menjalankan UNBK karena Belum ada jaringan internet.

Pelaksanaan UNBK merupakan target yang sedang di upayakan di unit kerja penulis, namun berhubungan dengan jaringan internet yang belum tersedia maka UNBK di unit kerja penulis masih menjadi target yang sedang diupayakan. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Akuntabilitas PNS dan Komitmen Mutu sekaligus agenda III Pelayanan Publik dan Whole of Government.

6.         Kurangnya kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Buayasuri

Kurangnya kegiatan ekstrakurikuler juga mendapat perhatian dari penulis karena masih minim kegiatan ekstrakurikuler di tempat penulis bertugas. Kegiatan ekstrakurikuler adalah wadah mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk pribadi dan karakter peserta didik serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik. Isu ini masuk dalam kategori agenda II pelatihan dasar CPNS yaitu Nasionalisme dan komitmen mutu.

2.      Perumusan dan Penetapan Isu

Regester & Larkin (2003:42) menjelaskan bahwa sebuah isu mempresentasikan suatu kesenjangan antara praktek organisasi dengan harapan-harapan para stakeholder. Penjelasan lanjutannya  bahwa apabila isu tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi bahkan dapat berlanjut pada tahap krisis. Sejalan dengan pendapat Hogwood dan Gunn dalam Wahab yang menyatakan isu bukan hanya mengandung makna adanya masalah atau ancaman, tetapi juga peluang-peluang bagi tindakan positif tertentu dan kecenderungan-kecenderungan yang dipersiapkan sebagai memiliki nilai potensial yang signifikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan isu sebagai sebuah masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya).

Definisi diatas mendasari batasan operasional dari konteks isu yang akan digunakan pada tulisan ini, yaitu ; isu adalah sebuah masalah yang muncul pada sebuah instansi akibat dari kesenjangan antara realita (kondisi saat ini) dengan kondisi ideal (harapan para stakeholder)

Berdasarkan alur tersebut, maka didapatkanlah 6 buah isu yang telah diidentifikasi dan terkategorisasi dengan prinsip ASN. Dari isu aktual yang telah terkumpul dan berdasarkan analisa kondisi diatas, selanjutnya penulis melakukan proses pemilihan isu dengan analisis kriteria Aktual, problematik, kekhalayakan dan kelayakan (APKL). Berikut penjelasan kriteria APKL:

Ø  Aktual, benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat.

Ø  Kekhalayakan, isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak

Ø  Problematik, isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya.

Ø  Kelayakan, isu yang masuk akal dan realitis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Tabel 5 : AnalisisAPKL

NO

ISU

KRITERIA

SKOR

RANGKING

A

P

K

L

1

Rendahnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Buyasuri

3

5

3

5

16

I

2

Siswa belum mamahami dan menggunakan bahasa Indonesia seccara baik pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Buyasuri

1

3

3

3

10

III

3

Belum ada / berjalan program bimbingan khusus bagi siswa calon peserta OSN pada SMP Negeri 2 Buyasuri.

5

3

3

3

14

II

4

Belum ada jaringan listrik di setiap kelas agar dapat menggunakan media belajar pada SMP Negeri 2 Buyasuri.

5

3

3

3

14

II

5

Beum bisa menjalankan UNBK karena Belum ada jaringan internet di SMP Negeri 2 Buyasuri.

5

3

3

3

14

II

6

Kurangnya kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Buayasuri

3

1

1

3

8

IV

Keterangan:

Interval penentuan prioritas:

Angka 5: Sangat mendesak

Angka 4: Mendesak

Angka 3: Cukup mendesak

Angka 2: Tidak mendesak        

Angka 1: Sangat tidak mendesaK



1.      Gagasan Pemecahan Isu

Hasil dari identifikasi dan pemilihan isu terpilih, maka diperlukan gagasan untuk menyelesaikan isu terpilih yaitu: Menerapkan metode pembelajaran yang variatif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika Di Kelas Vii Smp Negeri 2 Buyasri Kabpaten Lembata” dengan agenda kegiatan yang dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

Tabel 6:  TAHAPAN KEGIATAN

 

 

 

NO

 

 

KEGIATAN

 

 

TAHAPAN KEGIATAN

 

 

OUTPUT/ HASIL

KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI-MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI

1

2

3

4

5

6

7

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

 

 

 

 

 

 

1.      Melaporkan diri kepada Mentor/Atasan dan Menyampaikan konsep rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di sekolah

2.      Konsultasi dengan rekan sejawat, teman guru senior matematika

 

 

 

 

3. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

-  Menganalisis       kurikulum(KI, KD, IP dan materi pelajaran)

- Menentukan model pembelajaran(metode dan teknik), media

4. Menyediakan alat dan sumber pembelajaran , mengadakan jaringan listrik ke kelas, untuk menggunakan media pembelajaran berupa LCD.

5. Pengadaan buku – buku sumber,

6. Menyusun materi, dengan format  powerpoint

1.Mendapatkan persetujauan dari mentor/Atasan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi di sekolah

2.Kerjasama guru mata pelajaran Matematika.

- hasil konsultasi

- Foto/vidio    konsultasi

 

3.      RPP K-13 dengan penggunaanm metode pembelajaran berbasis Multimedia

 

 

4. - hasil konsultasi dengan pihak ke tiga, jika instalasi listrik permanent.

- Foto/video

 

5. - Foto Foto alat dan sumber

6. Materi format powerpoint

 

Akuntabilitas:

Tanggung jawab

Nasionalisme:

Musyawarah

Kerja sama

Hormat

Etika publik:

Sopan

Komitmen mutu:

Efektivitas dan efisiensi

Inovatif

Dan upaya perbaikan berkelanjutan

Anti korupsi:

Disiplin

WoG:

Koordinasi

 

Dengan adanya sikap melaporkan diri kepada Atasan mendukung pencapaian Visi Sekolah yaitu: Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Santun Dalam Bertutur, Sopan dalam Pergaulan.

·      Menerapkan Managemen Partisipasif

·      Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK

·      Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai.

 

 

Nilai-nilai organisasi:

Kerja sama

Saling menghargai

Sopan

Kerja keras

Tanggung jawab

Kreatif

Peduli lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

1.      Menyiapkan kelas (berdoa)

 

2.      Melakukan pre tes

3.      Melaksanakan pembelajaran dengan media powerpoint

4.      Menyajikan materi dalam format powerpoint,

5.      Menyajikan materi dengan menggunakan metode jarimatika,

6.      Menyajikan Materi dengan menggunakan media Lab computer,,,

7.      Memupuk semangat Nasionalisme peserta didik saat mengakhiri pembelajaran di kelas (CILUNA)

8.      Melaksanakan post tes

9.      Memeriksa hasil pre tes dan post tes

1. Peningkatan semangat belajar peserta didik,

2. Foto / Vidio Kegiatan KBM

 

3. Peserta didik dapat memperdalam pengetahuan mereka tentang lagu kebangsaan Indonesia

Akuntabilitas:

Kerja sama

Tanggung jawab

Semangat

Nasionalisme:

Persamaaan derajat

Cinta tanah air

Komitmen Mutu:

kreatif

Efisiensi

Inovasi

Etika publik:

Berkualitas

Anti Korupsi:

Sederhana

Peduli

Dengan melaksanakan Melaksanakan pembelajaran mengunakan alat dan bahan mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu:Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Menumbuhkan Penghayatan Terhadap Ajaran Agama Yang Dianut, Serta Budaya Bangsa, Sehingga Menjadi Sumber Kearifan Dalam Bertindak.

·      Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK

·   Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai.

Nilai-nilai organisasi:

Kerja keras

Tanggung jawab

Kreatif

Peduli lingkungan

Semangat kebangsaan

 

 

 

3

Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

 

1.      Konsultasi dengan Mentor/Atasan.

 

2. Menyiapkan alat dan bahan (poster-poster)

3. Koordinasi dengan Wali kelas untuk memasang poster-poster tersebut didalam kelas

4. Menjelaskan tujuan pemasangan poster.

 

 

 

5. Pemasangan poster di kelas.

 

1.Memupuk rasa Nasional peserta didik

2.tersedianya alat dan bahan

3.Terlaksananya koordinasi(Foto) Menambah

4.pengetahan dan Wawasan peserta didik terhadap poster yang dipasang

5.Penataan dalam ruang kelas menjadi indah dan rapi

Akuntabilitas:

Semangat Nasionalisme:

Kerja sama

Etika publik:

Menjunjung tinggi standar nilai-nilai luhur

Komitmen mutu:

Berkualitas

Anti korupsi

Sederhana

 

 

 

Dengan melakukan kegiatan memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas bersama peserta didik di kelas mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu:Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Kondusif (Gerakan Cinta Lingkngan)

·      Menerapkan Managemen Partisipasif.

Nilai-nilai organisasi:

Semangat

Kerja sama

 

 

4.

Evaluasi

 

 

 

 

 

1.      Koordinasi dengan rekan kerja sejawat, teman guru senior Matemaitka

2.      Menyiapkan instrumen evaluasi berupa soal tes

3.      Melakukan evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar berupa tes tertulis

4.      Menganalisis nilai

5.      Menyampaikan laporan hasil belajar kepada kepala sekolah

1. Guru dapat mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik

2. Guru dapat melihat efektivitas program desain pembelajaran yang telah direncanakan

Akuntabilitas:

Tanggung jawab

Nasionalisme:

Adil

Persamaan derajat

Komitmen mutu:

Efektif

Etika publik:

Empati

Anti korupsi:

Jujur

Dengan membuat dan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dapat mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu: “Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan”.

Dan Misi sekolah:

·      Meningkatkan mutu pendidikan yang mengintegrasikan sistem nilai, agama, dan budaya dengan kemajuan pengetahauan dan teknologi.

Nilai-nilai organisasi:

Tanggung jawab

Jujur

Persamaan derajat

 

 

 

 

Tabel 7. Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

NO

KEGIATAN

BULAN

SEPTEMBER

OKTOBER

1

2

3

4

1

2

3

4

1.       

Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.       

Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

 

 

 

 

 

 

 

 

3.       

Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

4.       

Evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 



BAB IV

HASIL AKTUALISASI

 

4.1 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

Tabel 8 Pelaksanaan Kegiatan

 

 

NO

 

 

KEGIATAN

 

 

TAHAPAN KEGIATAN

 

 

OUTPUT/ HASIL

KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI-MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI

 

PARAF MENTOR DAN COACH

1

2

3

4

5

6

7

8

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

 

 

 

 

 

 

1.      Melaporkan diri kepada Mentor/Atasan dan Menyampaikan konsep rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di sekolah

2.      Konsultasi dengan rekan sejawat, teman guru senior matematika

 

 

 

 

3. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

-  Menganalisis       kurikulum(KI, KD, IP dan materi pelajaran)

- Menentukan model pembelajaran(metode dan teknik), media

4. Menyediakan alat dan sumber pembelajaran , mengadakan jaringan listrik ke kelas, untuk menggunakan media pembelajaran berupa LCD.

5. Pengadaan buku – buku sumber,

6. Menyusun materi, dengan format  powerpoint

1.Mendapatkan persetujauan dari mentor/Atasan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi di sekolah

2.Kerjasama guru mata pelajaran Matematika.

- hasil konsultasi

- Foto/vidio    konsultasi

 

3.      RPP K-13 dengan penggunaanm metode pembelajaran berbasis Multimedia

 

 

4. - hasil konsultasi dengan pihak ke tiga, jika instalasi listrik permanent.

- Foto/video

 

5. - Foto Foto alat dan sumber

6. Materi format powerpoint

 

Akuntabilitas:

Tanggung jawab

Nasionalisme:

Musyawarah

Kerja sama

Hormat

Etika publik:

Sopan

Komitmen mutu:

Efektivitas dan efisiensi

Inovatif

Dan upaya perbaikan berkelanjutan

Anti korupsi:

Disiplin

WoG:

Koordinasi

 

Dengan adanya sikap melaporkan diri kepada Atasan mendukung pencapaian Visi Sekolah yaitu: Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Santun Dalam Bertutur, Sopan dalam Pergaulan.

·      Menerapkan Managemen Partisipasif

·      Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK

·      Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai.

 

 

Nilai-nilai organisasi:

Kerja sama

Saling menghargai

Sopan

Kerja keras

Tanggung jawab

Kreatif

Peduli lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

1.      Menyiapkan kelas (berdoa)

 

2.      Melakukan pre tes

3.      Melaksanakan pembelajaran dengan media powerpoint

4.      Menyajikan materi dalam format powerpoint,

5.      Menyajikan materi dengan menggunakan metode jarimatika,

6.      Menyajikan Materi dengan menggunakan media Lab computer,,,

7.      Memupuk semangat Nasionalisme peserta didik saat mengakhiri pembelajaran di kelas (CILUNA)

8.      Melaksanakan post tes

9.      Memeriksa hasil pre tes dan post tes

1. Peningkatan semangat belajar peserta didik,

2. Foto / Vidio Kegiatan KBM

 

3. Peserta didik dapat memperdalam pengetahuan mereka tentang lagu kebangsaan Indonesia

Akuntabilitas:

Kerja sama

Tanggung jawab

Semangat

Nasionalisme:

Persamaaan derajat

Cinta tanah air

Komitmen Mutu:

kreatif

Efisiensi

Inovasi

Etika publik:

Berkualitas

Anti Korupsi:

Sederhana

Peduli

Dengan melaksanakan Melaksanakan pembelajaran mengunakan alat dan bahan mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu:Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Menumbuhkan Penghayatan Terhadap Ajaran Agama Yang Dianut, Serta Budaya Bangsa, Sehingga Menjadi Sumber Kearifan Dalam Bertindak.

·      Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK

·   Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai.

Nilai-nilai organisasi:

Kerja keras

Tanggung jawab

Kreatif

Peduli lingkungan

Semangat kebangsaan

 

 

 

 

3

Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

 

1.      Konsultasi dengan Mentor/Atasan.

 

2.      Menyiapkan alat dan bahan (poster-poster)

3.      Koordinasi dengan Wali kelas untuk memasang poster-poster tersebut didalam kelas

4.      Menjelaskan tujuan pemasangan poster.

 

 

 

5.      Pemasangan poster di kelas.

 

1.Memupuk rasa Nasionalisme peserta didik

2.tersedianya alat dan bahan

3.Terlaksananya koordinasi(Foto) Menambah

4.Pengetahan dan Wawasan peserta didik terhadap poster yang dipasang

5.Penataan dalam ruang kelas menjadi indah dan rapi

Akuntabilitas:

Semangat Nasionalisme:

Kerja sama

Etika publik:

Menjunjung tinggi standar nilai-nilai luhur

Komitmen mutu:

Berkualitas

Anti korupsi

Sederhana

 

 

 

Dengan melakukan kegiatan memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas bersama peserta didik di kelas mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu:Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan.

Dan Misi sekolah:

·      Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Kondusif (Gerakan Cinta Lingkngan)

·      Menerapkan Managemen Partisipasif.

Nilai-nilai organisasi:

Semangat

Kerja sama

 

 

 

4.

Evaluasi

 

 

 

 

 

1.      Koordinasi dengan rekan kerja sejawat, teman guru senior Matemaitka

2.      Menyiapkan instrumen evaluasi berupa soal tes

3.      Melakukan evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar berupa tes tertulis

4.      Menganalisis nilai

5.      Menyampaikan laporan hasil belajar kepada kepala sekolah

1. Guru dapat mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik

2. Guru dapat melihat efektivitas program desain pembelajaran yang telah direncanakan

3. Hasil postes

4. Foto

Akuntabilitas:

Tanggung jawab

Nasionalisme:

Adil

Persamaan derajat

Komitmen mutu:

Efektif

Etika publik:

Empati

Anti korupsi:

Jujur

Dengan membuat dan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dapat mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu: “Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan”.

Dan Misi sekolah:

·      Meningkatkan mutu pendidikan yang mengintegrasikan sistem nilai, agama, dan budaya dengan kemajuan pengetahauan dan teknologi.

Nilai-nilai organisasi:

Tanggung jawab

Jujur

Persamaan derajat

 


4.2 Deskripsi Kegiatan Aktualisasi

Kegiatan 1 Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis multimedia. 

Tahap 1: Lapor diri kepada mentor dan atasan dan menyampaikan konsep rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan.

a. Uraian Kegiatan

1). Dengan Mentor

Lapor diri ke mentor saya lakukan pada hari selasa 24 September 2019. Selain lapor diri untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi, saya menyerahkan form penilaian kepada mentor saya.

Kegiatan ini hal ini merupakan bentuk aktualisasi nilai dasar profesi PNS Menghargai Atasan (Nasionalisme). Setelah itu saya mohon diri kembali ke unit kerja saya untuk melaksanakan semua kewajiban saya sebagai guru dan juga sebagai peserta LATSAR sesuai jadwal yang telah disusun, hal ini merupakan bentuk aktualisasi nilai Menghormati Atasan (Etika Publik).. Hal ini merupakan aktualisasi nilai dasar Tanggung Jawab (Akuntabel).

Output yang dihasilkan adalah masukan dan persetujuan atasan terhadap rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan. Adapun bukti fisik dilakukannya kegiatan ini adalah Foto bersama mentor pada saat melakukam kegiatan ini sebagai berikut:

Gambar 1.1 Lapor diri dan Konsultasi dengan Mentor




 2). Dengan Kepala Sekolah

Setelah menemui mentor,, saya melakukan  konsultasi  dengan  kepala sekolah SMP Negeri 2 Buyasuri untuk membahas Rancangan Aktualisasi saya, Kemudin Pada tangal 26 September 2019 Pukul 09:33 di Ruangan kepala sekolah sesuai dengan Janji yang telah dibuat, saya bertemu untuk mengkoordinasikan rencana pelaksanaan aktualisasi dengan Dengan Atasan Langsung, dengan menyerahkan rancangan aktualisasi serta Form penilaian Komentor. Dalam pertemuan tersebut Saya memohon saran/masukan perbaikan terhadap rencana aktualisasi yang Telah dibuat, hal ini merupakan bentuk aktualisasi nilai dasar profesi PNS Menghargai Atasan (Nasionalisme)..

Setelah saya menyampaikan seluruh rancangan kegiatan beserta tahapanya yang merupakan rangkaian tugas dan tanggung jawab yang akan diaktualisasikan 30 hari ke depan sebagai seorang guruyang merupakan aktualisasi nilai dasar Tanggung Jawab (Akuntabel) selanjutnya saya memohan ijinkepada Atasan Langsung guna pelaksanaan kegiatan aktualisasi sesuai jadwal yang telah disusun, hal ini merupakan bentuk aktualisasi nilai Menghormati Atasan (Etika Publik). Atasan menanggapinya dengan persetujuan dan dukungan penuh terhadap rencana aktualisasi yang akan dilaksanakan.

Output yang Dihasilkan adalah masukan dari kepala sekolah, berita acara konsultasi dan Ijin/restu Atasan untuk melakukan kegiatan Aktualisasi di SMP Negeri 2 Buyasuri dan foto konsultasi. (Berita acara konsultasi dan surat ijin terlampir).

 



Gambar 1.2 Lapor diri dan Konsultasi dengan Atasan Langsung

Tahap 2: Pembuatan Rencana Pembelajaran (RPP)

Tahapan pertama dari kegiatan ini yaitu melakukan diskusi dengan Wakil Kepala sekolah urusan kurikulum, dan rekan sejawat guru. Diskusi dilakukan terkait dengan kelengkapan perangkat sesuai kurikulum 13 mata kuliah Metematika. hal ini merupakan bentuk aktualisasi nilai Menghormati Atasan (Etika Publik)

Setelah diskusi dilakukan, peserta melakukan pencarian referensi terkait baik dengan mengunjungi perpustakaan sekolah maupun mengkaji sumber – sumber dari internet.  Selanjutnya dibuatlah silabus dan RPP  yang disesuaikan dengan metode pembelajaran berbasis media.

Tahapan akhir, peserta mencetak silabus dan RPP  yang disesuaikan dengan materi berjalan, dan media pembelajaran yang digunakan.



Gambar 1.3Konsultasi dengan rekan sejawat,Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Tahap 3 : Menyediakan alat dan sumber belajar mengadakan jaringan listri ke kelas agar dapat menggunakan media pembelajaran seprti LCD.

Media yang saya gunakan untuk pembelajaran multimedia, diantaranya powerpoint, jarimatika, alat peraga dan lab. computer,,,tahap ini saya lakukan dengan melakukan persiapan alat dan sumber belajar yang ada. Tahapan kegiatan ini saya lakukan untuk dapat melaksanakan tahap selanjudnya dari kegiatan ini. tahapan ini merupakan bentuk aktualisasi - Akuntabilitas : Integritas, Tanggung Jawab, Kejelasan, Kepercayaan- Komitmen mutu : Efektif, Efisien, Berorientasi Mutu- Anti Korupsi : Jujur, Peduli, - WoG : Kerjasama , Terbuka- Pelayanan Publik : Proaktif. Patience, Progressive - Manajemen ASN : Tertib, Teratur, (foto sumber dan alat terlampir)

Tahap 4: Menyusun materi dengan format powerpoint,,

Tahapan ini saya lakukan di sekolah dan juga di rumah,, tujuan dari tahapan ini adalah untuk melaksanakan pembelajaran dengan media powerpoint.




Gambar 1.4 :Presiapan bahan Mengajar

b. Faktor Pendukung

Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah ijin mentor dan kepala sekolah untuk melaksanakan kegiatan ini, dan juga bantuan rekan guru matematika dalam membantu penulis menyusun RPP mata pelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran media berbasis multimedia.

c. Faktor Penghambat

Dalam hal ini penulis tidak menemukan faktor penghambat dalam menjalankan kegiatan ini.

d. Capaian Kegiatan

·         Penulis mendapat pedoman dari rekan guru matematika tentang penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penulis dapat menyusun RPP dengan baik dan benar sesuai dengan standar kompetensi dasar dan kurikulum yang berlaku yaitu K-13.

·  Adanya materi ajar, dalam format powerpoint.

·  Foto dokumentasi

 

Kegiatan 2 Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis multimedia

Tahapan kegiatan ini mulai dari persiapan kelas (berdoa sebelum dan sesudah KBM), melakuan pretes untuk mengukur kamampuan siswa sebelum mengunakan metode pembalajaran yang diaktualisasikan. Tahap ini saya lakukan setelah selesai melaksanakan tahap 3 dan tahap 4. melakukan pemelajaran dengan media powerpoint, jarimatika, alat peraga pecahan dan media lab. computer.

Media power point bukanlah cara atau hal yang baru dalam dunia pendidikan. banyak kalangan mengatakan media ini suda biasa dan sering digunakan dalam pembelajaran. namun hal ini tidak bagi unit kerja saya, ini merupakan hal baru yang harus dibiasakan di unit kerja saya, karena dipanggap efektiv dalam penyajian materi.

Jarimatika adalah cara berhitung KaBaTaKu. Jarimatika mudah dipelajari dan menyenangkan bagi pesrta didik. Jarimatika mampu menjembatani antara tahap perkembangan kognitif peserta didik yang konkrit dengan materi berhitung yang bersifat abstrak (Septi Peni Wulandari).

Menggunakan alat bantu (benda) pada proses belajar mengajar agar siswa memperoleh pengalaman kongkrit. alat peraga yang saya gunakan adalah alat peraga siap jadi yang ada di unit kerja saya.

Lab. Komputer sengaja saya gunakan untuk proses belajar, agar selain siswa lebih fukus pada pelajaran, juga proses pengenalan ilmu IT pada siswa sejak usia dini.

Faktor pendukung

Yang menjadi faktor pendukung dalam kegiatan kedua ini adalah antusias para peserta didik dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan model media berbasis multimedia dengan aktif dan tertip.

Faktor penghambat

Yang menjadi faktor penghambat dalam kegiatan ketiga ini adalah yang pertama akses listrik ke kelas belum ada sehingga memakan waktu beberapa menit untuk mengakses listrik dari riangan yang ada listriknya. Selain itu kurangnya waktu yang tersedia sehingga ada kesan terburu-terburu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode media berbasis multimedia.

Capaian kegiatan

Capaian Kegiatan ini adalah sebagai berikut:

·         Terciptanya pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik karena mereka merasa ada hal baru dan menarik uang dipergunakan oleh guru dalam proses pembelajran dengan metode media berbasis multimedia.

·         Hasil baik berupa nilai siswa (terlampi) pretest dan postes 


Kegiatan 3: Memasang poster – poster matematika dan gambar pahlawan nasional Indinesia.

a.    Uraian pelaksanaan kegiatan

Kegiatan ini saya laksanakan pada hari rabu tanggal 24 Oktober 2019, namun persiapannya telah dilalui dengan tahapan kegatan mulai dari persiapan bahan (poster jadi dan poster buatan sendiri dengan bantuan peserta didik) sampai dengan proses pemasangan perster dan gambar. Kegiatan ini dilakukan bukan sekedar bagian dari penataan kelas saja tetapi labih dari itu, saya manfaatkan juga sebagai media pembelajaran matematika dalam kelas, dimana saya menjelaskan isi dari poster – poster tersebut kepada peserta didik.

b.   Faktor pendukung

Yang menjadi faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah kesediaan peserta didik dalam mengikuti penataan kelas berupa pemasangan poster-poster dan juga keaktifan peserta didik pada saat mendengar penjelasan mengenai isi dari poster-poster, khusus poster matematika yang ada didalam kelas.

c.    Faktor penghambat

Penulis tidak menemui hambatan dalam kegiatan tersebut.

d.   Capaian kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 24 Oktober 2019 di kelas VII C dengan hasil sebagai berikut:

·         Memupuk rasa nasionalisme peserta didik

·         Ruang kelas lebih bagus dan rapi

·         Pengetahuan peserta didik akan tokoh-tokoh nasional Indonesia makin bertambah

·         Foto dokumentasi

 

 

   

Gambar 3.1.: Kegiatan pemasangan poster matematika di kelas

 

 

Kegiatan 4: Evaluasi

Kegiatan akhir dari masa masa habituasi adalah evaluasi. Cakupan evaluasi ini adalah seluruh kegiatan yang telah saya jalankan, mulai dari tingkat minat siswa terhadap mata pelajaran matematika, dan juga evaluasi dari rekan sejawat (guru matematika) dan kepala unit kerja tampat saya melakukan habituasi. (hasil terlampir)

a.      Faktor pendukung

Yang menjadi faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah keikutsertaan rekan – rekan guru ,pegawai dan peserta didik dalam seluruh rangkaian kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan penulis.

b.      Faktor penghambat

Dalam kegiatan ini penulis tidak mendapat faktor penghambat.

c.       Capaian kegiatan

kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 24 Oktober 2019 dengan hasil sebagai berikut:

·         Guru dapat mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik (hasil analisis terlampir)

·          Guru dapat melihat efektivitas program desain pembelajaran yang telah direncanakan

·         Foto

·         Konsultasi terakhir sekaligus Ijin untuk Lanjutan kegiatan On campus

 

Gambar 4.1 Konsultasi dan ijin melanjutkan kegiatan Aktualisasi.


Tabel 9. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

NO

NAMA KEGIATAN

TAHAPAN KEGIATAN

BULAN

SEPTEMBER

OKTOBER

1

2

3

4

5

1

Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

1.      Melaporkan diri kepada Mentor/Atasan dan Menyampaikan konsep rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Konsultasi dengan rekan sejawat, teman guru senior matematika

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

 

 

 

 

 

 

 

 

-  Menganalisis       kurikulum(KI, KD, IP dan materi pelajaran)

 

 

 

 

 

 

 

 

- Menentukan model pembelajaran(metode dan teknik), media

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Menyediakan alat dan sumber pembelajaran , mengadakan jaringan listrik ke kelas, untuk menggunakan media pembelajaran berupa LCD.

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Pengadaan buku – buku sumber,

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Menyusun materi, dengan format  powerpoint

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

1.      Menyiapkan kelas (berdoa)

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Melakukan pre tes

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      Melaksanakan pembelajaran dengan media powerpoint

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Menyajikan materi dalam format powerpoint,

 

 

 

 

 

 

 

 

5.      Menyajikan materi dengan menggunakan metode jarimatika,

 

 

 

 

 

 

 

 

6.      Menyajikan Materi dengan menggunakan media Lab computer,,,

 

 

 

 

 

 

 

 

7.      Memupuk semangat Nasionalisme peserta didik saat mengakhiri pembelajaran di kelas (CILUNA)

 

 

 

 

 

 

 

 

8.      Melaksanakan post tes

 

 

 

 

 

 

 

 

9.      Memeriksa hasil pre tes dan post tes

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

1.      Konsultasi dengan Mentor/Atasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Menyiapkan alat dan bahan (poster-poster)

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Koordinasi dengan Wali kelas untuk memasang poster-poster tersebut didalam kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Menjelaskan tujuan pemasangan poster.

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Pemasangan poster di kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Evaluasi

1.      Koordinasi dengan rekan kerja sejawat, teman guru senior Matemaitka

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Menganalisis nilai, melakukan evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar berupa tes tertulis

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      Menyampaikan laporan hasil belajar kepada kepala sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


4.4 Pengendalian Mentor dan Coach di Tempat Aktualisasi

1. Pengendalian Oleh Mentor\

 

Kegiatan 1. Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

Table 10. Pengendalian Mentor dan Coache

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Mentor

Paraf Mentor

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

Kegiatan 2. Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Mentor

Paraf Mentor

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

Kegiatan 3. Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Mentor

Paraf Mentor

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

Kegiatan 4. Evaluasi

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Mentor

Paraf Mentor

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

 

2. Pengendalian oleh Coach

 

Kegiatan 1. Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis Multimedia

 

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu dan Media Coache

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

Lanjutkan sesuai rancangan

Whatsapp

 

Kegiatan 2. Melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan media berbasis multimedia

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu dan Media Coache

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

Kegiatan 3. Memasang poster-poster matematika diselingi poster Pahlawan Nasional Indonesia di kelas

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu dan Media Coache

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

Kegiatan 4. Evaluasi

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu dan Media Coache

ü  Tahapan kegiatan

ü  Output kegiatan terhadap pemecahan isu

ü  Keterkaitan substansi mata pelatihan

ü  Kontribusi terhadap visi – misi organisasi

ü  Penguatan nilai organisasi

 

 

 

 

4.5 Hambatan dan Solusi Pelaksanaan Aktualisasi

Dalam menjalankan aktualisasi di SMP Negeri 2 Buyasuri, terdapat beberapa factor penghambat, yaitu :

a.       Belum adanya jaringan listrik di kelas

b.      Bersamaan dengan jadwal Ujian Tengah Semester

c.       Adanya kegiatan Ekspo Uyelewun yang melibatkan seluruh komponen sekolah.

Adapun solusi untuk mengatasi masalah adalah :

a.       Mengambil arus listrik dengan cara tarik kabel secara manual

b.      Menyesuaikan jadwal Aktualisasi

c.       Mempersingkat waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi.

 

4.6 Analisis Dampak Implementasi Sikap Perilaku Bela Negara, Nilai – Nilai Dasar PNS (ANEKA), dan Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI

 

Kegiatan 1 Merancang perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan media berbasis multimedia. 

a.      Dampak implementasi Sikap Bela Negara

Dampak implementasi setelah terlaksananya kegiatan 1 terhadap lingkungan sekolah adalah Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis, kesadaran untuk menaati tata tertib Mematuhi peraturan hukum yang berlaku oleh seluruh elemen sekolah. Dengan demikian unsure bela negara ,Cinta Tanah Air; Kesadaran Berbangsa dan bernegara; Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara; Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan Memiliki kemampuan awal bela negara, dapat terwujut.

b.      Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

a).Akuntabilitas

Lapor diri dan konsultasi kepada atasan langsung merupakan bentuk tanggung jawab penulis terhadap tugas maupun kepada atasan langsung sebagai supervise.

b).Nasionalisme

Menunjukan Sikap hormat dan menghormati terhadap atasan langsung dalam adalah bentuk penghargaan bawahan kepada atasan, selain itu sebagai orang yang lebih muda sudah seharusnya menghormati atasan sebagai orang yang lebih tua dan berpengalaman dalam pekerjaan, sehingga terjalinnya suatu kerjasama yang baik dalam mencapai suatu tujuan bersama. Selain itu kerjasama antara rekan juga menujukan sikap toleransi yang merujuk pada semboyan bangsa Bhineka Tunggal Ika.

c).Etika Publik

Melaporkan diri dengan denganbertingkah laku yang baik dan sopan, menggunakan bahasa yang santun dan berpakaian yang baik untuk meminta saran dan persetujuan dalam pelaksanaan kegiatan.

d).Komitmen mutu

Melaporkan diri dan melaksanakan program aktualisasi yang dirancangkan dengan efektif dan efisiensi merupakan perwujudan dari nilai komitmen mutu.

e).Anti korupsi

Melaporkan diri sesuai dengan waktu yang ditentukan merupakan perwujudan dari nilai anti korupsi yaitu disiplin.

c.       Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi

Kegiatan ini berkontribusi pada Visi SMP Negeri 2 Buyasuri yaitu: Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan”,  dan Misi “Santun Dalam Berttur, Sopan dalam Pergaulan, Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Kondusif

d.      Penguatan Terhadap nilai Organisasi

Dalam penerapan nilai organisasi dalam kegiatan pertama, penulis berorientasi pada nilai Kerja sama, saling menghargai, sopan, hal ini tentunya sangat penting bagi setiap ASN. Nilai- nilai tersebut adalah nilai yang harus dimiliki demi terciptanya suatu hubungan yang harmonis dalam menjalankan tugas.

 

 

Kegiatan 2 Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis multimedia

a.    Dampak implementasi Sikap Bela Negara

Dampak implementasi setelah terlaksananya kegiatan 2 terhadap lingkungan sekolah adalah terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan metode media berbasis multimedia dalam suasana rukun, damai, dan harmonis, terpupuknya kesadaran untuk menaati tata tertib mematuhi peraturan hukum yang berlaku oleh seluruh elemen sekolah. Dengan demikian unsure bela negara ,Cinta Tanah Air; Kesadaran Berbangsa dan bernegara; Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara; Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan Memiliki kemampuan awal bela negara, dapat terwujut.

 

b.   Keterkaitan substansi mata pelatihan

a)      Akuntabilitas

Dengan melaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran media berbasis multimedia di dalam kelas, dan menjelaskan kepada peserta didik bagaimana proses penerapannya serta membimbing peserta didik untuk menyerjakan secara aktif dan berkreasi dalam kelompok merupakan perwujudan nilai-nilai dasar akuntabilitas yaitu tanggung jawab, kerjasama dan semangat.

b)      Nasionalisme

Kemudian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran media berbasis multimedia, penulis membentuk 4 kelompok dalam kelas tanpa membandingkan peserta didik yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah dan juga latar belakang ras dan sukunya. Kegiatan ini merupakan perwujudan nilai nasionalisme yaitu persamaan derajat. Setalah melaksanakan pembelajaran, penulis menyuruh peserta didik untuk memilih dan menyanyikan satu lagu nasional Indonesia.. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari nilai nasionalisme yaitu cinta tanah air.

 

 

c)      Etika Publik

Pembelajaran dengan media berbasis multimedia merupakan pembelajaran yang berkualitas karena memacu pola pikir peserta didik agar dapat berpikir kritis.

d)      Komitmen mutu

Model pembelajaran media berbasis multimedia merupakan salah satu model pembelajaran yang inovasi dimana pembelajaran mengarah langsung kepada pengetahuan peserta didik pada sesuatu yang nyata, sehingga lebih memudahkan peserta didik didalam berkreasi dalam menalar. Perwujudan nilai dasar komitmen mutu yaitu kreatif, efisiensi dan inovatif.

e)      Anti korupsi

Melaksanakan pembelajaran media berbasis multimedia dengan menggunakan media yang ada di lingkungan sekolah, mampu membuat peserta didik lebih fokus terhadap pembelajaran. Selain itu menggunakan media yang ada juga tidak mengharuskan peserta didik untuk berkontribusi. Hal ini merupakan perwujudan nilai dasar anti korupsi yaitu sederhana dan peduli.

c.    Kontribusi terhadap visi misi organisasi

Kegiatan ini berkontribusi pada Visi SMP Negeri 2 Buyasuri yaituUnggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan dan Misi : “Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK Menumbuhkan Semangat Keungglan Komperatif, kepada seluruh warga sekolah, melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang sesai dengan potensinya, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif,  mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang memadai, menciptakan disiplin mengajar dan belajar, menerapkan managemen partisipasif.

”.

d.   Penguatan terhadap nilai organisasi

Dalam penerapan nilai organisasi dalam kegiatan ketiga, penulis berorientasi pada nilai kerja keras,tanggung jawab, kreatif, peduli lingkungan dan semangat kebangsaan.Hal ini tentunya sangat penting bagi setiap ASN. Nilai- nilai tersebut adalah nilai yang harus dimiliki demi terciptanya suatu kepribadian yang bertanggungjawab, kerja keras dan kreatif dalam melaksanakan tugas serta dapat menanamkan semangat kebangsaan serta cinta lingkungan terhadap peserta didik.

 

 

 

Kegiatan 3: Memasang poster – poster matematika dan gambar pahlawan nasional Indinesia.

a.Dampak implementasi Sikap Bela Negara

Dampak implementasi setelah terlaksananya kegiatan 3 terhadap lingkungan sekolah adalah Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis, sadar akan kepedulian lingkungan sekitar, memupuk kemampuan dasar peserta didik pada IPTEK,. Dengan demikian unsure bela negara ,Cinta Tanah Air; Kesadaran Berbangsa dan bernegara; Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara; Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan Memiliki kemampuan awal bela negara, dapat terwujut.

b. Keterkaitan substansi mata pelatihan

a)    Akuntabilitas

Peserta didik dengan antusias mengikuti penataan kelas berupa pemasangan poster-poster dan juga menjelaskan sesuai pemahaman mereka akan konsep – konsep yang ada tersebut. Sikap ini merupakan perwujudan dari nilai dasar akuntabilitas yaitu semangat.

b)   Nasionalisme

Dalam pemasangan poster-poster matematika, peserta didik bekerja sama memasang poster-poster tersebut dengan semangat.

c)    Etika publik

Memasang poster pahlawan-pahlawan nasional indonesia merupakan tindakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

d)   Komitmen mutu

Memberikan pengetahuan tambahan kepada peserta didik akan konsep matematika melalui pemasangan poster merupakan perwujudan dari nilai dasar komitmen mutu yaitu berkualitas.

e)    Anti korupsi

Melalui poster-poster yang ada penulis dapat menggunakan sebagai media pembelajaran matematika dalam kelas. Sikap ini merupakan perwujudan dari nilai dasar anti korupsi yaitu sederhana.

 

 

c. Kontribusi terhadap nilai organisasi

Dengan melakukan kegiatan memasang poster-poster Pahlawan Nasional Indonesia bersama peserta didik di kelas mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu: Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan” dan Misi sekolah: “Menumbuhkan Kompetensi Dalam Bidang IPTEK, Menumbuhkan Semangat Keungglan Komperatif, Kepada Seluruh Warga Sekolah,Melaksanakan Pembelajaran Dan Bimbingan Secara Efektif Sehingga Setiap Siswa Dapat Berkembang Sesai Dengan Potensinya, Menciptakan Buudaya Membaca Dan Budaya Ingin Tahu Dari Kalangan Guru Siswa, Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Kondusif (Gerakan Cinta Lingkngan), Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Memadai, Menerapkan Managemen Partisipasif.

.

d. Penguatan terhadap nilai organisasi

Dalam penerapan nilai organisasi dalam kegiatan ini, penulis berorientasi pada nilai semangat dan kerja sama. Nilai- nilai tersebut adalah nilai yang harus dimiliki oleh setiap ASN demi terciptanya suatu kepribadian yang bertanggung jawab didalam melaksanakan tugasnya serta dapat menanamkan semangat persatuan serta cinta tanah air terhadap peserta didik.

 

Kegiatan 4: Evaluasi

a.      Keterkaitan substansi mata pelatihan

a)      Akuntabilitas

Penulis membuat alat ukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan aturan.

b)      Nasionalisme

Alat ukur diberikan kepada peserta didik tanpa membeda-bedakan peserta didik. Sikap ini merupakan perwujudan dari nilai dasar nasionalisme yaitu persamaan derajat.

c)      Etika publik

Penulis melakukan ujian tertulis kepada peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran matematika yang telah dilaksanakan. Sikap ini merupakan perwujudan dari nilai dasar etika publik yaitu empati.

d)      Komitmen mutu

Penilaian hasil belajar oleh penulis didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Sikap ini merupakan perwujudan dari nilai dasar komitmen mutu yaitu efektif.

e)      Anti korupsi

Tidak menerima gratifikasi untuk mengubah soal merupakan perwujudan dari nilai dasar anti korupsi yaitu jujur.

b.      Kontribusi terhadap nilai organisasi

Dengan membuat dan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dapat mendukung pencapaian Visi sekolah yaitu: Unggul Berprestasi Dalam Iptek Atas Dasar Iman dan Takwa. Berakhlak Mulia Serta Peka Terhadap Lingkngan dan Misi sekolah:“ menumbuhkan kompetensi dalam bidang iptek, mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang memadai, menciptakan disiplin mengajar dan belajar, menerapkan managemen partisipasif”

c.       Penguatan terhadap nilai organisasi

Dalam penerapan nilai organisasi dalam kegiatan ini, penulis berorientasi pada nilai tanggung jawab, jujur dan persamaan derajat. Nilai- nilai tersebut adalah nilai yang harus dimiliki oleh setiap ASN demi terciptanya suatu kepribadian yang bertanggung jawab dan jujur didalam melaksanakan tugasnya serta dapat menanamkan sikap akan persamaan derajat terhadap peserta didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

 PENUTUP

 

5.1

Kesimpulan

Dari hasil aktualisasi pada tanggal 30 September 2019 – 24 Oktober 2019 di SMP Negeri 2 Buyasuri kabupaten Lembata dapat disimpulkan:

1.    Seluruh kegiatan pada rancangan aktualisasi yang telah dibuat dapat dilaksanakan.

2.    Kegiatan aktualisasi selama di SMP Negeri 2 Buyasuri kabupaten Lembata telah memenuhi nilai-nilai dasar profesi PNS, ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi)

3.    Penerapan ANEKA dapat membentuk PNS yang profesional sebagai pelayan masyarakat dalam bidang pendidikan.

4.    Penerapan ANEKA selama aktualisasi turut mendorong terwujudnya visi dan misi organisasi.

 

5.2 Saran

Nilai-nilai dasar profesi PNS (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) diharapkan tetap diaktualisasikan dalam melakukan tugas pokok dan fungsi sebagai abdi negara dan pelayan publik di SMP Negeri 2 Buyasuri kabupaten Lembata, sehingga tercapainya pelayanan prima yang mampu menunjang perbaikan mutu civitas akademika SMP Negeri 2 Buyasuri kabupaten Lembata.

 


Komentar